Seteguh Hati Gadis Di Balik Hujan
Aku mengenalmu bagaikan karang di
lautan yang tiada satupun dataran untuk berlabuhnya kapal. Berhadapan dengan
ombak dan angin laut yang terus menerus menghantam tiada henti di kala hari
telah menampakkan terik mentari, menyengat di setiap pori kulit.
Besarnya harapan kepada satu titik
kebaikan yang tertuang di dalam wadah Illahiah telah kau tumbuhkan menjadi akar
yang sangat kuat untuk menopang arah langkah kakimu menuju cita-cita abadi membahagiakan
orang yang kau cinta.
Kedua tanganmu tak lepas untuk
bermunajat sendu, mengharap kebaikan kepada kedua orang tua tercinta. Seraya
sujud menghantarkan sedikit demi sedikit alunan nada do’a terucap.
Dedaunan menari menyambut senyummu
yang selalu mengembang di kala semua harapan menjadi berhamburan, berserakan
hingga kau sendiri tak mampu unuk memungutnya. Senyum tulus dari dalamnya hati
yang terbungkus indah dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan yang Esa.
Seakan hujan tak mampu menghalangi
teguhnya dirimu. Jejak langkah kaki melangkah dengan tegap mencapai asa walau
hanya terlihat secercah cahaya kunang-kunang di malam hari.
Dan jika waktu telah mengiringi
setiap dzikir yang kau ucap di setiap langkah. Aku berharap kebaikan atasmu menjadi
kecintaan kepada ke dua orang tua, Rosul dan Tuhan Mu, Allah. Semoga
dipertemukan dengan indah sebagai istri sholehah. Semoga diselimuti ilmu yang
berfaedah.
